

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al Aqil Hafizhahullah
(Bagian 3)
Akan tetapi yang menjadi permasalahan, kita melihat tauladan kita Nabi Shalallallahu ‘alaihi wa sallam tidak meninggalkan sisa sedikit pun bagi kita, yakni Nabi Shalallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri berkhutbah, kemudian menyebutkan segala sesuatu di dekat hari kiamat. Akan mengetahui orang yang mengetahuinya dan tidak mengetahui orang yang tidak mengetahuinya. Maka inilah wasiat yang agung, yang wajib diketahui oleh umat, beliau berwasiat:
وَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفاً كَثِيْرًا،
“Aku wasiatkan agar kalian bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat”. Dan sesungguhnya barangsiapa hidup di antara kalian, maka akan melihat perselisihan yang banyak.”
Ikhtilaf yang terjadi sekarang banyak sekali. Bukankah begitu wahai saudara-saudaraku?! Perselisihan yang terjadi di antara kita, apakah dalam masalah aqidah ataupun politik, beliau bersabda,
فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفاَءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ مِنْ بَعْدِيْ
“Wajib atas kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku”.
Maka generasi muda sekarang tertimpa kerancuan/kerusuhan dan kegilaan, demi yang tidak adaTuhan yang berhak disembah kecuali Dia, sungguh mereka ditimpa keadaan yang menyerupai kegilaan, generasi umat ini tertimpa dengannya. Mereka lupa makna Laailaha illallah, mereka lupa makna Muhammad Rasulullah, mereka lupa mempelajari makna-makna iman, menghapal Al Qur’an. Padahal kaum salaf rahimahumullah, memulai dengan menghapal Al Qur’an. Bahkan ada seseorang di antara mereka tidak melangkahi 10 ayat sampai dia mempelajari apa yang ada padanya dan mengamalkannya. Mereka berkata: “Seseorang dari kami menghapal satu hadits atau dua hadits, kemudian terlihat aplikasinya pada keadaannya, ketenangannya, ketawadluannya dan kekhusyukannya.” Dia hanya menghapal satu hadits, kemudian tawadlu kepada Allah, khusyu kepada Allah. Hanya satu hadits.
Sedangkan kita sekarang, semakin bertambah ilmunya semakin takabur. Ilmunya tidak terbangun di atas kaidah-kaidah salaf rahimahumullahu. Kaidah-kaidah salaf terkenal sebagai rahmat bagi umat ini. Sedangkan Mereka: “kami mencobanya,” 600 jiwa terbunuh. Mereka berkata: “Kami mencobanya” Hatinya keras, tidak punya perasaan. Apakah dia mencoba-coba?
Nabi Shalallaku ‘alaihi wa sallam pernah berdiri semalam suntuk berdo’a kepada Allah sambil menangis:
إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ
“Jika engkau mengadzab mereka maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu.” (Al Maidah : 118)
Sebagai rasa kasih sayang beliau,
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu” (Ali Imran:159).
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorangRasul dari kalanganmu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (At Taubah: 128).
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: abu aulia belajar, aqidah, firqah, hadits, jahr, jihad syar'i, qur'an, sajarah, shahabah, syura, tafsir, tahzir, takhrij | Ditandai: AGAMA, aqidah, Ath-Thaifah Al-Manshurah, bid'ah, bid'ah itu sesat, black cumin, demokrasi, Demokrasi Bersimbah Darah, fatawa, hadist, hizby, hukum, kelompok yg ditolong, kesesatan, manhaj, nashihat, nasihat, pemilu | Leave a Comment »